Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pelayanan Kesehatan di Kecamatan Limun Terkesan Asal - Asalan

Jumat, April 04, 2025 | Jumat, April 04, 2025 WIB Last Updated 2025-04-05T02:47:08Z
SAROLANGUN, NEODETIK.NEWS || Pelayanan kesehatan di Kecamatan Limun terkesan asal - asalan diantaranya beberapa Pustu tutup begitupun dengan Puskesmas di Kecamatan Limun pelayanan kesehatan sealakadarnya.

perihal ini terjadi ketika saudara Rahmat Hidayat salah satu jurnalis Sarolangun dan istrinya ingin mengantarkan anaknya untuk berobat karena anaknya saudara Rahmat Hidayat ini mengalami sesak nafas.

Ia juga berkeliling ke - pelayanan kesehatan yang ada di beberapa titik yaitu Pustu Desa ranggo trans 1 dan Pustu Desa Montie serta ke Pustu Desa Temenggung akan tetapi ketiga Pustu ini tutup. Kemudian ia berinisiatif mengantar anaknya untuk berobat ke puskesmas pulau pandan yang berada di Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun.

Setiba saudara Rahmat Hidayat dan istrinya lalu masuk ke ruangan puskesmas tersebut dan di dalam puskesmas tersebut ada 2 tenaga kesehatan, singkatnya sang istri Rahmat Hidayat ini ditanya keluhan apa yang dialami anaknya dan terus sudah dijelaskan keluhan sakit anaknya, dan tetapi pihak puskesmas berkata tidak ada obatnya bahkan oksigen juga tidak ada, bahkan dianjurkan untuk ke RSUD saja.

Rahmat Hidayat mengatakan, pelayanan kesehatan di Kecamatan ini seperti kurang pengawasan dan terkesan lalai dalam mempersiapkan kebutuhan di bidang pelayanan kesehatan dan alkes, Jum'at (4/4).

"Untuk apa adanya Pustu dan puskesmas kalau pelayanan tidak ada Bahkan beberapa Pustu (puskesmas pembantu ) tutup, bagaimana masyarakat Limun ini mau berobat sedangkan pelayanan dan alkes tidak mumpuni," bebernya.

Lalu, bebernya, seharusnya ini jadi evaluasi dinas terkait dan bupati Sarolangun. Agar tenaga kesehatan lebih propesional dalam mengemban tugasnya jangan se-enaknya saja.

"Memang iya saya yang share vidio di akun Facebook saya, kanapa saya share, agar pemerintah lebih memaksimalkan pelayanan kesehatan ditiap Plosok Kabupaten ini," tuturnya.

Tambahnya, gara - gara vidio ini banyak yang hujatnya juga ada yang pro juga, seharusnya mereka itu evaluasi bukan saling menyalahkan. Ingat ini negara demokrasi jangan alergi kritik.

"Saya menginginkan hal seperti ini kedepannya jangan terjadi seperti ini lagi, apapun kondisinya pelayanan kesehatan harus maksimal karena ini urusannya dengan nyawa/jiwa seseorang,'' ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, untuk apa ada pelayanan kesehatan dari pemerintah kalau kita masih andalkan swasta, kita manfaatkan anggaran yang ada karena itu uang rakyat. Jadi dari rakyat untuk rakyat, dan perlu digaris bawahi raja itu rakyat bukan kalian yang menjabat. Itulah yang di namakan negara demokrasi.

"Saya juga aneh kenapa alkes bisa kosong di Puskesmas tersebut sedangkan bantuan dari dana DAK itu begitu besar, jadi kamana dana DAK itu dibelanjakannya kemana dan dibelikannya apa saja,?" Tutupnya.(HR47)
×
Berita Terbaru Update