Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Midang Bebuke, Tradisi Unik khas Lebaran di Kayuagung OKI

Rabu, April 02, 2025 | Rabu, April 02, 2025 WIB Last Updated 2025-04-02T16:48:24Z
Kayuagung, neodetik.news || Perggelaran Midang Bebuke atau arak-arakan pakaian adat merupakan Kegiatan khas Adat yang melekat dan tak dapat di pisahkan dari Warga Kayuagung Ogan Komering Ilir, Kegiatan ini dilaksanakan
pada hari lebaran Idil fitri yg tradisi turun temurun masyarakat Kayuagung, di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel. Salah satu peserta Midang ikut memeriahkan Lebaran tahun ini adalah Kelurahan Kedaton kecamatan Kayuagung.

Midang Bebuke ini menjadi tradisi unik masyarakat Kayuagung yang dilaksanakan setiap tahunnya, pada Hari Raya Lebaran Idul Fitri.1446 H. Tahun ini.

Tahun ini gelaran midang terlihat semarak dan tertib. Arak-arakan puluhan pasang pengantin terlihat mengelilingi jalanan sungai Komering diiringi musik Tanjidur pada Rabu, (02/04/2025).

Salah satu tokoh masyarakat Kayuagung, Saiful Ardan mengatakan, awal mulanya Midang Bebuke terjadi sekitar abad ke-17. Midang dijadikan sebagai syarat pernikahan. 

"Ketika itu ada perseteruan antara pihak mempelai laki-laki dan perempuan. Pihak mempelai laki-laki berasal dari keluarga yang miskin sementara pihak perempuan berasal dari keluarga yang terpandang" kata Saiful kepada awak media ini, Rabu (2/4/2025).

Dia juga mengatakan, bahwa hal ini membuat pihak perempuan meminta sejumlah syarat kepada keluarga laki-laki yaitu berupa arak-arakan kereta hias menyerupai naga lengkap dengan gagasannya. Singkat cerita persyaratan tersebut dipenuhi.

Sejak peristiwa itulah, masyarakat Kota Kayuagung menyelenggarakan acara Midang Bebuke Morge Siwe.

Midang sendiri dalam istilah masyarakat Kayuagung adalah sebuah kegiatan berjalan kaki dengan menggunakan pakaian adat perkawinan masyarakat Kayuagung, sedangkan bebuke artinya lebaran.

Midang merupakan perkawinan dalam adat yang tertinggi di Morge Siwe (Sembilan Marga) yang merupakan persyaratan untuk jemput mempelai perempuan oleh mempelai laki-laki atau masuk dalam adat istiadat perkawinan. 

Seiring dan berjalannya waktu, midang ini terus mengalami perkembangan sehingga menjadi sebuah agenda pariwisata di OKI. 

Hingga kini midang telah menjadi agenda tahunan di Kota Kayuagung terutama pada perayaan Idulfitri (Bebuke/lebaran).

Bahkan midang telah ditetapkan sebagai kekayaan khasanah budaya masyarakat Kayuagung melalui sertifikat Warisan Budaya tak Benda (WBTB) oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud ) RI.
Marsyal,S

( MOH. SANGKUT )
×
Berita Terbaru Update