Sumenep,neodetik.news || Ketua DPRD Kabupaten Sumenep dengan inisial ZA menyita perhatian publik setelah kasusnya soal dugaan pemerasan terhadap mucikari dilayangkan korban ke Polres Sumenep dan diberitakan di sejumlah media.
Menanggapi hal itu, Jemmy Kurniawan, Salah satu aktivis Muda Sumenep mengaku geram, pasalnya ZA yang tengah menjabat ketua dewan tersebut terjaring kasus pemerasan terhadap mucikari.
“Jika memang benar dugaan itu terbukti, tindakan ZA sungguh sangat memalukan dan tidak mencerminkan seorang wakil rakyat dan wajib dimakzulkan,” Ujar Jemmy Kurniawan dengan nada geram, pada Jum'at (4/4/25).
Selanjutnya, mahasiswa yang dikenal tegas itu, mendesak pihak kepolisian agar proses hukum terkait laporan tersebut dipercepat, dilakukan secara profesional, proporsional, dan transparan.
“Penyidik Polres Sumenep wajib mendalami dan menindaklanjuti laporan dugaan kasus pemerasan itu, jika memang terbukti secara sah, maka proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tambahnya.
Guna memastikan penegakan hukum di Polres Sumenep dilakukan secara adil dan sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa membeda-bedakan pihak manapun, Jemmy dan pihaknya menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal kasus tersebut yang saat ini tengah dilakukan proses penyelidikan.
“Saya akan terus mengawal laporan terhadap ZA ini benar-benar diproses tanpa pandang bulu” Tutupnya.
Diketahui, kasus itu bermula dari penggerebekan terhadap delapan Pekerja Seks Komersial (PSK) di tiga lokasi di Sumenep pada tanggal 6 September 2024. Setelah penggerebekan itu, ZA diduga meminta uang sebesar Rp. 10.000.000 juta kepada tiga mucikari dengan ketidakseimbangan agar kasus tersebut tidak diproses secara hukum.
Reporter: Romzul Fannani.