Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kejar Jokowi Sampai Tidak Dapat Berbohong Lagi

Sabtu, April 05, 2025 | Sabtu, April 05, 2025 WIB Last Updated 2025-04-04T22:03:24Z
Bandung,neodetik.news || Universitas Gadjah Mada (UGM) kini menjadi “tertuduh” atas dugaan ijazah palsu Joko Widodo alias Jokowi. Serangan atas ijazah dan skripsi buatan UGM gencar dilakukan. Publik semakin meragukan bahkan meningkat terus ketidakpercayaan atas bukti otentik kelulusan Jokowi. Soal pernah kuliah mungkin tidak masalah, namun lulus atau tidak itu yang dipertanyakan.

10 tahun menjadi Presiden dengan gonjang ganjing ijazah cukup memprihatinkan. Mengerikannya adalah bahwa Jokowi tidak sedikitpun memiliki itikad untuk menampilkan ijazah di depan publik. Yang terjadi ia harus muter-muter ajak “kawan-kawan”, UGM mesti “klarifikasi” bahkan “dosen pembimbing” disuruh cengar cengir.

Akal sehat meminta jalan pendek atas “skandal” memalukan ini yaitu tunjukan ijazah asli Jokowi. Tapi jalan akal sehat ini yang tidak terjadi. Apakah ia sakit ? Atau memang ijazah itu tidak ada atau memang tidak asli alias palsu ? Sesungguhnya Jokowi sangat takut hingga mengambil jalan ngeles, sembunyi, dan muter-muter. Toh, stempel pembohong sudah menempel pada jidatnya. Apa pedulinya ?

Sayang UGM pun menjadi ikut dikuyo-kuyo akibat ulah Jokowi. Sanksi moral, sosial, bahkan hukum dapat diterima esok lusa. Sebelum hal itu terjadi, alangkah baiknya UGM bertindak dalam arti bukan sibuk mengklarifikasi tetapi meminta “alumnus” nya yang bernama Joko Widodo segera menunjukkan bukti ijazah aslinya di hadapan publik.

Kini tahapannya sudah berbahaya. Hanya langkah berani Rektor dan pejabat lain yang dapat memulihkan wibawa UGM. Mekanisme publikasi bisa saja dengan mengundang Jokowi jumpa Rektor lalu bersama-sama menampilkan ijazah asli Joko Widodo. Rasanya Yogya-Solo itu dekat saja.

Atau begini saja Bu Rektor, tanggal 15 April nanti saat TPUA bersama elemen juang dan tokoh-tokoh lain bersilaturahmi kepada Rektor UGM, maka Bu Rektor undang Pak Jokowi untuk ikut hadir membawa ijazah asli UGM nya. Lalu Jokowi dengan gagah berani sanggup menunjukkan ijazahnya itu. Siap dan tantang semua pihak untuk memeriksa keaslian ijazah itu bila perlu sampai antariksa.

Tolong bilang, bu bahwa itu lebih baik daripada para aktivis “peduli keaslian ijazah” itu harus menggeruduk rumah Jokowi tanggal 16 April nya. Kan repot nanti, apalagi Jokowi seperti biasa harus kabur-kabur ke luar kota atau sembunyi di gorong-gorong terdekat. Ngeles lagi “kok, tanya saya” atau “siapa mendalilkan, harus membuktikan”, Ah sok tahu hukum, lu Wie.

Tanpa itikad baik, maka maka kebalikannya adalah itikad buruk. Jokowi memang sudah sangat berniat betul untuk membuat buruk wajah bangsa. Ia telah merusak nilai moral, agama, ideologi dan konstitusi. Menjadi Presiden tidak mulia, dan mantan Presiden yang hina. Hanya kejujuran yang dapat menjadi alasan pemaaf.

Bareskrim Mabes Polri sudah mengetahui ramainya skandal ini. Publik menunggu langkah-langkah pemeriksaan lanjutan. Nampaknya tinggal Prabowo memberi perintah atau sinyal kepada Kepolisian bahwa penegakan hukum harus berjalan, maka Jokowi akan semakin gemetar.

Pemburu ijazah palsu akan terus mengejar hingga ke lubang semut, sampai Jokowi tidak mampu untuk berbohong lagi.

Sumber:M Rizal Fadillah
Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Bandung, 4 April 2025
×
Berita Terbaru Update