Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Eksotik Matras Akan Disewakan Kepada Pelaku UMKM

Kamis, Maret 27, 2025 | Kamis, Maret 27, 2025 WIB Last Updated 2025-03-27T08:26:18Z
Bangka-Belitung,neodetik.news || 
Pariwisata Pantai Matras Merupakan Destinasi Pariwisata yang Banyak Dikunjungi oleh masyarakat dari Kalangan Bawah sampai atas apalagi diwaktu Liburan Lebaran ataupun liburan sekolah.

Sala satunya Eksotik Matras,yang selama Ini belum dimanfaatkan,media inipun Mencoba Menghubungi kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Bangka Rismi wiramadona melalui pesan WhatsApp Rabu(26/3/2025). Mengatakan 

Tahun ini rencana Eksotik Matras ada pemeliharaan untuk diperbaiki, karna Sudah beberapa kali dirusak dan dicuri mulai dari instalasi listrik, besi juga dicabut,dan ini sudah berulangkali pengerusakan yang dilakukan di daerah Matras tu semuaa sudah kita buat laporan ke polres Bangka ujarnya.

Sementara itu Kabid Distinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Agung Ferianda seizin kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka mengatakan Kerjasama pemanfaatan Eksotik Matras ini sudah pernah dilakukan
Dengan pihak kedua, karena perhitungan sewa menyewa seluruhnya melalui mekanisme penghitungan dari KPKNL ujar Agung.

Lebih lanjut Agung katakan setelah Melalui Perhitungan harga sewa Itu cukup tinggi sehingga investor yang tadinya mau bekerja sama jadi batal Dikarenakan tidak menguntungkan bagi investor ditengah situasi ekonomi yang Cukup sulit Saat Ini.

Dalam waktu dekat ini kami berencana Membuat kerjasama dengan pemanfaatan Sewa kios nya saja dengan pelaku UMKM yang lebih ringan sehingga tidak memberatkan,dan pembangunan Eksotik Matras ini merupakan lahan tidur milik Pemkab Bangka disini kamienyiapkan selain dari kios kios UMKM. Ada juga fasilitas penunjang lain tutupnya.(Hry)

Dan lokasi yang
Terbangun saat ini adalah lokasi yang memang aset tanah nya milik pemkab bangka yang clear yang bisa dibangun DAK Fisik pada saat itu sementara untuk pantai matras yang pemandangannya ke laut dan sebagian besar wilayahnya masuk kedalam kawasan hutan dengan status HPK ( Hutan Produksi Konversi) yang tidak bisa dibangun permanen karena masuk kawasan hutan yang menjadi kewenangan pusat.
×
Berita Terbaru Update